Dia berbalik dan berjalan masuk ke rumah. Begitu pintu terbuka, dia melihat ayahnya, Aditya, bersama ibu tirinya, Anggi Riyanto, dan Yuan. Mereka duduk bersama di sofa ruang tamu, jelas sekali sedang menunggunya.Melihat dirinya yang berbau alkohol dan penampilannya yang berantakan, wajah Aditya langsung menggelap. "Kamu keluyuran dari mana saja? Jam segini baru pulang! Kamu berpakaian terbuka begitu, apa kamu nggak punya malu?"Yunita terlalu malas untuk berdebat dengan ayahnya, jadi dia langsung berjalan menuju tangga. "Aku sudah putuskan nggak akan menikah dengannya. Mau pergi ke mana, pakai baju apa, itu urusanku."Saat itu, Yuan bangkit dan berjalan menghampirinya, ada binar kegembiraan yang sulit disembunyikan di wajahnya. "Kak, papa bilang ... kamu sudah memutuskan untuk membatalkan pertunangan dengan Gery, apa itu benar?"Yunita menatap wajah munafiknya, dia merasa sangat jijik. "Iya, aku berikan buatmu. Lagipula, bukannya kamu memang suka mengumpulkan barang bekas?""Yunita, j
Read more