“Untuk saat ini, kondisi janinnya masih belum stabil. Calon ibu nggak boleh melakukan aktivitas berat. Termasuk hubungan suami istri. Dua bulan ke depan sebaiknya dihentikan dulu.”Saat Bagas dan Vania masuk ke ruang periksa yang baru saja dia tinggalkan, Melani menahan air mata dan mempercepat langkah. Dia ingin segera pergi.Namun, saat melewati pintu, dia tanpa sengaja mendengar nasihat dokter.“Baik, Dok. Terima kasih. Aku akan memastikan dia lebih berhati-hati.”Nada suara Bagas terdengar lembut, penuh perhatian.Tanpa perlu menoleh, Melani sudah bisa membayangkan bagaimana pria itu menjaga Vania dengan sikap penuh kasih.Langkahnya makin cepat.Namun di ujung koridor, tubuhnya tak sengaja menabrak seseorang.Dan Bagas, yang baru keluar dari ruang periksa, langsung mengenalinya.“Melani?”Kening Bagas berkerut.“Kamu ngapain ke rumah sakit?” tanyanya heran.“Aku … aku sakit maag. Cuma periksa sebentar,” jawab Melani pelan, jemarinya mencengkeram erat hasil tes kehamilan di tangann
Read More