Mendengar ucapan Putri Puspita yang penuh tantangan, Isvara tidak sedikit pun menunjukkan kegentaran. Ia justru menyunggingkan seulas senyum dingin yang berwibawa."Baiklah, Putri Puspita. Mari kita bersiap," jawab Isvara mantap. "Kita akan bertemu satu jam lagi di Balairung Agung, untuk menentukan siapa yang layak menyandang gelar penari terbaik."Tanpa menunggu tanggapan lebih lanjut, Isvara memutar tubuhnya dengan anggun, diikuti oleh Ratih dan Bi Sumi. Begitu tiba di kediaman pribadinya, Isvara langsung memberikan perintah dengan nada mendesak. "Bi Sumi, Ratih, bantu aku berganti baju."Sebelum melaksanakan kehendak sang Putri, Bi Sumi menatap lamat pada wajah Isvara."Putri, Anda baru saja menguras tenaga untuk menyembuhkan tawanan tadi. Ambillah waktu untuk beristirahat."Isvara menggeleng cepat. "Tidak ada waktu untuk istirahat, Bibi. Ambilkan saja aku secangkir minuman hangat, lalu siapkan kostum Merak Langit."Dengan sangat berhati-hati, Ratih dan Bi Sumi membantu Isvara me
Zuletzt aktualisiert : 2026-06-07 Mehr lesen