Tak butuh waktu lama, suara langkah kaki terdengar mendekat. Pintu ruang kerja terbuka, dan masuklah tiga pria muda yang paling dihormati di Mahipura. Awalnya, Tiga Tiang Dharma tampak tenang. Namun, saat melihat Isvara duduk di samping Raja, getaran ketegangan mulai merayap.Vajra, dengan kursi rodanya, memimpin dengan pandangan penuh curiga. Sementara itu, Samudra dan Kaliyan memilih untuk diam, berusaha membaca arah angin yang dibawa sang Putri Mahkota. Begitu pintu ditutup, cahaya lampu minyak yang berpendar menyorot wajah-wajah yang kini saling beradu pandang.Ketiganya berhenti tepat di tengah ruangan, lalu melakukan sembah sujud."Hamba menghadap, Baginda Raja. Hamba menghadap, Putri Mahkota," ucap mereka serempak.Baginda Raja Mahasena membalas salam mereka dengan anggukan kaku. Ia duduk di belakang meja jati, tangannya terlipat di balik jubah. "Aku mengundang kalian karena ada masalah penting yang harus dibicarakan,” tutur sang raja memulai. “Seperti yang kalian ketahui,
Terakhir Diperbarui : 2026-06-10 Baca selengkapnya