"Putri Mahkota, silakan naik ke podium untuk menerima anugerah ini," seru Kaliyan, matanya terkunci pada sosok Isvara.Isvara mengatur napasnya yang mendadak sesak. Terpaksa, ia melangkah maju dan membiarkan ujung gaunnya menyapu lantai batu alun-alun. Setiap langkahnya kini diikuti oleh pandangan kagum dari rakyat. Ia pun menaiki anak tangga podium, berdiri tepat di hadapan Kaliyan.Dalam jarak dekat, Isvara menatap Kaliyan yang sedang mengambil lencana emas. Kemudian, dengan gerakan yang sangat formal, pria itu menyematkannya di bahu kanan Isvara yang tertutupi selendang.Entah disengaja atau tidak, jemari Kaliyan yang dingin sempat bersentuhan dengan kulit Isvara."Selamat, Putri Mahkota," bisik Kaliyan, suaranya serendah deru angin. “Gunakanlah hadiah ini untuk melindungi takhta, bukan hanya untuk sekadar pajangan."Isvara menatap lencana kepala singa yang bertengger indah di bahunya, lalu ia mendongak menatap Kaliyan dengan senyum menantang. "Terima kasih, Tuan Hakim. Jangan kh
Leer más