Isvara melangkah di atas lantai yang dingin dengan tatapan lurus ke depan. Ia sadar betul Vajra yang berjalan di sisinya terus mencuri pandang, tetapi Isvara sengaja tak memberi satu lirikan pun,Di dalam hatinya, ia sempat bertanya-tanya, mengapa pria narsis ini bisa memakai warna baju yang serupa dengannya.Namun, Isvara memilih untuk tidak peduli. Mau Vajra memakai baju warna biru, ungu, atau pelangi sekalipun, tujuannya ke sini bukan untuk menjadi pasangan pria itu.Anehnya, Vajra tidak menghampiri Candrani yang sudah menunggunya. Pria itu justru melangkah ke panggung, bersiap membuka acara.Jagapati, selaku penerima tamu segera menyongsong Isvara dengan bungkukan rendah. Untuk sesaat, ia merasa pernah mengenal wajah sang Putri."Salam, Putri Mahkota,” sapanya sedikit terbata. “Silakan duduk di kursi utama, di samping Tuan Vajra dan Putri Candrani. Hamba telah menyiapkan tempat terbaik."Isvara mengangkat tangannya, menghentikan ucapan Jagapati. "Aku ingin duduk di kursi paling su
Leer más