“Puas sekarang kamu, Ryn? Udah nyebarin kabar aku hamil duluan di forum, terus sekarang kamu berdiri di sini buat denger sendiri kalau aku cuma pilihan kedua?” Tuduhan Acha terdengar dingin, tapi menusuk.Ya, Ryn terpaksa harus menghadapi Acha ketika tadi wanita itu memergokinya. Lagi pula, untuk apa dia takut? Dia tidak merasa melakukan kesalahan apa pun.Meski begitu, tetap ada jeda kecil di dalam dirinya. Bukan ragu, tapi lebih ke sesuatu yang belum sepenuhnya tenang setelah apa yang baru saja dia dengar. Suara Acha yang tadi bergetar, pengakuan yang terlalu jujur, semuanya masih tertinggal di kepalanya.Namun Ryn tidak mundur. Tatapannya tetap lurus.“Cha,” ucap Ryn pelan, berusaha menjaga suaranya tetap stabil meski emosinya ikut terseret, “aku nggak nyebarin berita itu. Kamu boleh benci aku, tapi jangan asal nuduh.”Acha terkekeh pendek. Bukan karena lucu, lebih seperti reaksi orang yang sama sekali tidak percaya.“Kalau bukan kamu, siapa lagi, Ryn?” balas Acha cepat, nadanya m
Read more