Share

Bab 239. Rambut berantakan

Author: Ralonya
last update publish date: 2026-05-09 23:44:10

Kepulangan mereka dari perbatasan terasa berbeda kali ini.

Bukan hanya karena lelah setelah perang, tetapi karena jarak di antara mereka perlahan memudar. Kecanggungan dan keraguan yang dulu selalu ada kini tidak lagi terasa setajam sebelumnya.

Di dalam kamar, Lucas duduk diam sementara dokter membersihkan luka di tangan Madeleine. Tangan Lucas sendiri sudah lebih dulu dibalut perban baru.

Luka Madeleine sebenarnya tidak serius, hanya goresan panjang yang memerah di kulitnya.

“Kalau nanti teras
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 435. Membuat orang lain salah paham

    Madeleine tidak langsung menjawab. Tatapannya masih tertahan pada Adelynn.Banyak perban baru membalut tubuh wanita itu. Beberapa lembar bahkan masih begitu bersih, seolah seseorang baru saja memasangnya beberapa saat lalu.Madeleine mengalihkan pandangan kepada Lucas.“Kau menyakitinya, lalu membalut lukanya?”“Kepala penjara yang melakukannya. Aku hanya memastikan dia tetap hidup.”Madeleine mengernyit. Jawaban itu justru membuat rasa penasarannya semakin tajam.“Kalau begitu, kenapa bukan kau sendiri yang menghukumnya?”Lucas meliriknya sekilas.“Untuk apa aku mengotori tanganku sendiri?”Madeleine hendak membalas, tapi suara serak dari dalam sel lebih dulu menyela.“Kalian datang ke sini hanya untuk melihatku?”Adelynn mengangkat wajahnya perlahan. Tatapannya berpindah dari Madeleine kepada Lucas, lalu kembali kepada Madeleine.“Seolah-olah aku ini barang langka yang wajib kalian tonton.”Adelynn masih terbaring di ranjang kayu. Dari caranya menahan tubuh, Madeleine bisa melihat b

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 434. Seperti tuduhanmu

    Lucas menyandarkan tubuhnya, lalu menatap Madeleine yang masih membuang muka.“Kau terlalu jauh memahami maksudku.”Madeleine kembali menatapnya.“Kalau begitu jelaskan padaku.” Nada suaranya meninggi. “Aku bahkan sampai datang ke sini, tapi kau justru membiarkanku seperti ini.”“Aku yang membiarkanmu, atau pikiranmu sendiri?”Madeleine terdiam sesaat. Pertanyaan itu justru membuatnya semakin tidak mengerti.Ia menatap Lucas lebih tajam.“Apa maksudmu?”“Sudah kukatakan. Aku melakukan semua ini untukmu.”Madeleine tetap diam dan membiarkannya melanjutkan.“Aku bertemu dengannya karena ingin tahu siapa yang memberinya uang untuk membayar begitu banyak rakyat agar membelanya ketika ia hendak dihukum.”Tatapan Madeleine sedikit berubah.Lucas melanjutkan, “Aku juga ingin tahu kepada siapa dia menyewa kesatria pengembara ketika menculikmu.”“Kesatria pengembara?”“Namanya memang tercatat, tapi dia menyangkal pernah menyewanya.” Lucas berhenti sejenak. “Katanya, dia hanya pergi ke pasar ge

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 433. Aku tidak peduli padamu

    “Kau tampaknya tidak terlalu peduli dengan apa yang sedang terjadi, ya?”Madeleine sengaja membiarkan kalimat itu menggantung di antara mereka. Ia menatap Lucas tanpa berkedip, menunggu pria itu menyangkalnya.Lucas mengernyit. “Apa maksudmu?”“Kau sering sekali mengunjungi selnya.”Madeleine menarik napas perlahan, lalu mengangkat dagunya sedikit.“Untuk apa? Memastikan dia makan dengan baik?” tanyanya. “Memastikan tubuhnya tetap sehat? Memeriksa apakah luka-lukanya sudah sembuh?”Ia tidak memberi Lucas kesempatan untuk menyela.“Atau mungkin kau hanya ingin memastikan dia tidak sendirian di dalam sel yang gelap dan pengap itu?”Tatapan Madeleine semakin tajam. Kali ini ia tidak sekadar bertanya. Ia sedang menuntut jawaban.Lucas mengembuskan napas panjang. Alih-alih menjawab, ia berbalik dan melangkah menuju sebuah bangku kayu di sudut ruangan. Ia duduk dengan tenang, lalu mengangkat pandangannya kepada Madeleine.“Kemarilah. Duduk.”Madeleine tidak bergerak.Matanya menyapu ruangan

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 432. Hanya untuk menanyakan itu?

    "Saya tidak mengetahui alasannya, Yang Mulia."Madeleine mengatupkan bibir sejenak. Tatapannya kembali tertuju pada kain sulam di tangannya."Biarkan saja," katanya tenang. "Wanita itu berada dalam tahanan Yang Mulia Putra Mahkota. Beliau tentu memiliki alasan untuk mengunjunginya."Madeleine kembali menggerakkan jarumnya. Ia sengaja memperlakukan kabar itu seolah tidak lebih penting daripada benang yang sedang ia rangkai.Namun, Kiran belum juga berhenti."Justru itu yang membuat saya bertanya-tanya, Yang Mulia. Mengapa beliau masih menahannya tanpa menjatuhkan hukuman? Para bangsawan mulai membicarakan masalah ini."Jarum di tangan Madeleine berhenti sesaat.Kiran melanjutkan dengan suara lebih rendah, "Menurut saya, ada sesuatu yang belum kita ketahui.""Kiran." Erin segera memotongnya. Nada suaranya tegas. "Cukup. Jangan bawa gosip murahan ke hadapan Yang Mulia Putri."Kiran menoleh kepada Erin. Tatapannya mengeras sesaat, lalu kembali tertuju kepada Madeleine."Yang Mulia, saya h

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 431. Terus mendatangi tempat itu

    Madeleine segera bangkit dari kursi. Ia berjalan menuju ranjang, lalu merebahkan tubuh membelakangi pria itu.Ia menarik napas perlahan sebelum memejamkan mata.Mungkin kelelahan yang sejak tadi menguasai tubuhnya akhirnya akan membawanya tertidur.Namun, harapan itu tidak terwujud.Madeleine terus terjaga.Pikirannya terlalu penuh untuk memberinya kesempatan beristirahat. Setiap kali mencoba mengosongkan kepala, pertanyaan tentang Lucas dan Adelynn kembali muncul.Beberapa saat kemudian, kasur di belakangnya bergerak pelan.Lucas berbaring di sisinya.Madeleine tetap memejamkan mata. Ia tidak mengubah posisi sedikit pun. Bahkan, ia sengaja mengatur napasnya agar terdengar teratur.Ia tidak ingin Lucas tahu bahwa dirinya masih terjaga.Dalam keheningan kamar, suara Lucas kembali memecah kesunyian."Sepertinya kau terlalu jauh memahami maksudku."Kelopak mata Madeleine nyaris terbuka.Ia ingin segera berbalik dan menanyakan maksud perkataan itu. Lebih dari itu, ia ingin memaksa Lucas m

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 430. Menyembunyikan sesuatu darinya

    Suara Madeleine terdengar tenang. Selaras dengan sorot matanya.Ucapannya itu rupanya berhasil membuat Lucas terdiam sesaat.Madeleine melihat perubahan kecil pada wajah pria itu. Dahi Lucas berkerut tipis, seolah ia sedang mencoba memahami sesuatu dari ucapannya."Maddie, sepertinya kau …""Maaf, Yang Mulia," sela Madeleine sebelum Lucas sempat menyelesaikan kalimatnya.Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis."Aku sempat lupa kalau aku ini istrimu."Tatapan Lucas seketika berubah. Pria itu mengatupkan rahangnya hingga mengeras. Sorot matanya semakin berat, lalu tubuhnya bergerak maju seolah hendak mendekati Madeleine.Namun, Lucas mengurungkan langkahnya.Ia menarik napas panjang, menahannya sejenak, kemudian mengembuskannya perlahan sebelum kembali berdiri tegak di tempatnya.Madeleine mengamati setiap perubahan itu tanpa bergeming. Sikap Lucas jelas menyimpan gejolak yang tidak mampu ia sembunyikan, tapi Madeleine tidak akan mundur hanya karena pria itu menunjukkan kemarah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status