Di luar kamar Elvano. Ternyata Alina, Aksa, dan Arlo duduk di kursi ruang tunggu bangsal perawatan tempat Elvano dirawat. Alina mengembuskan napas kasar. “Aku masih tidak percaya El bisa berbuat nekat seperti itu. Apa dia tidak berpikir kalau yang dilakukannya, bisa saja berakibat fatal?” “Sama seperti dulu Papa nekat menabrak mobil yang mau menculik Mama, atau aku yang nekat menyerahkan diri demi Ayudhia. El juga sepertinya nekat demi Kiran.” Balasan Arlo sukses membuat Alina dan Aksa menatap padanya. “Tapi beda, Ar. Status Kiran dan El hanya sebatas mantan, ‘kan?” Alina memastikan. “Jika kulihat, sepertinya mereka berdua sudah balikan.” Arlo melipat kedua tangan di depan dada setelah bicara. Melihat sang mama diam mematung, Arlo bertanya, “Apa Mama tidak setuju? Apalagi Kiran dari keluarga biasa?” Aksa kini ikut menoleh pada Alina karena pertanyaan sang putra. “Enak saja,” sanggah Alina dengan cepat. “Memangnya, Mama ini orang jahat? Mama bukan tipe ibu-ibu yang su
Read more