Share

Terlalu Cemas

last update publish date: 2026-03-06 14:44:18

Kiran berdiri dari duduknya. Bibirnya terlipat dalam, kedua tangan tergenggam di depan saat pandangannya tertuju pada Arlo yang sedang melangkah mendekat.

“El sudah tidur?” tatapan Arlo tertuju pada Kiran setelah memandang sejenak sang adik yang berbaring tenang di ranjang.

Kiran mengangguk mendengar pertanyaan Arlo. “Baru saja, Pak.”

“Kamu mau istirahat di sini atau pulang?”

Kiran melirik ke Elvano setelah mendengar pertanyaan Arlo. Sebelum dia menjawab, Arlo sudah kembali bicara.

“Pasti El me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (11)
goodnovel comment avatar
DyazRini Janardhani
dania salah pilih lawan,, kasihan
goodnovel comment avatar
Adeena
tenang Ki kluarga El smua mendukung...
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Nah...si Kunti mau kabur tuh
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Segera Melamar

    Yessica tersentak.Dia tidak menyangka Noah akan mempertanyakan ini.Apalagi Noah seperti menatap tak suka.“Iya, maaf.” Yessica langsung memasang wajah bersalah. “Aku tadi terlalu capek, selesai mandi malah ketiduran.”Mata Yessica berkaca-kaca menatap pada Noah.“Besok aku akan menemui Kiran dan minta maaf karena tidak menyambutnya. Aku benar-benar menyesal sudah ketiduran.” Yessica kembali bicara untuk mengambil perhatian Noah.Noah mengembuskan napas kasar.“Kalian bersaudara dan saat kecil dulu sering bersama. Jadi akan aneh rasanya kalau kamu bahkan tidak menyambut kedatangannya.” Nada bicara Noah begitu datar.Yessica menundukkan kepala. Jemarinya saling meremat, menunjukkan sikap seolah bersalah. Padahal sebenarnya tidak sama sekali.Yessica sengaja tidak keluar. Tentu saja dia malas bertemu Kiran.Namun, Yessica harus kembali ingat. Dia harus tetap bersandiwara di depan keluarganya.Yessica mengangkat pandangan sambil memasang wajah sedih.“Iya, aku minta maaf. Aku benar-benar

  • Dimanja Mantan Posesif   Rumah Bimantara

    Kiran memandang rumah mewah keluarga Bimantara.Dia dan Noah tiba di malam hari, sopir menjemput mereka di bandara dan langsung membawa mereka pulang.“Ini rumah kita, masih sama seperti dulu waktu kita kecil.” Noah menatap pada Kiran yang terus memperhatikan rumah mereka.Kiran hanya diam tanpa kata.Dia juga tak mengenali rumah ini dan tidak ingat apa pun tentang rumah ini.Kiran mengangguk karena Noah terus menatapnya.Mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan teras.Noah turun lebih dahulu sebelum membukakan pintu untuk Kiran.Kiran menatap keluar. Kamila dan Raihan sudah menyambutnya.“Kiran, ayo.” Noah mengulurkan tangan ke Kiran.Kiran mengangguk. Dia menggapai uluran tangan Noah.Kiran keluar dari mobil.Kamila dan Raihan mendekat. Kamila segera memeluk Kiran.“Akhirnya kamu tiba juga. Mama sangat senang.” Tangan Kamila mengusap-usap lembut punggung Kiran.Kiran mengangguk-angguk kecil.Saat Kamila melepas pelukan, senyum Kiran pajang di bibirnya.“Kamu pasti capek, ayo mas

  • Dimanja Mantan Posesif   Akal-akalan Yessica

    Malam berikutnya. Kiran, Noah, dan Surya duduk di ruang tunggu bandara. Mereka segera pergi ke bandara begitu Kiran pulang dari RDJ. Saat menunggu panggilan untuk masuk ke pesawat, tatapan Noah tertuju ke cincin di jari manis kiri Kiran. “Cincin baru?” Pertanyaan Noah mengalihkan tatapan Kiran pada Noah, sebelum dia menurunkan pandangan ke jari manisnya. “Pemberian El.” Tidak ada yang Kiran tutupi. “Di jari manis?” Kening Noah berkerut dalam. Kiran kembali mengamati cincin di jarinya. “Ada yang salah?” Noah ingin bicara, tetapi sekuat tenaga dia tahan. Mempertimbangkan apakah ucapannya akan menyinggung Kiran. “Memang dipakaikan di jari manis. El akan melamarku segera.” Kiran jujur pada Noah. Lagi pula, cepat atau lambat rencana mereka akan diketahui semua orang. “Melamar?” Noah terkejut dan menatap tak percaya. “Ada yang salah?” Kiran menatap aneh melihat reaksi Noah. “Usiaku sudah dua puluh sembilan tahun, bukankah wajar kalau El ingin melamarku?” “Ini ….” Tatapan Noah me

  • Dimanja Mantan Posesif   Harus Datang

    Kiran keluar dari dalam lift yang baru saja terbuka di lantai ruang kerja Elvano yang baru.Tangan kanannya menenteng paper bag yang sudah dia siapkan dari rumah.Kaki Kiran berhenti melangkah di depan pintu ruang kerja Elvano.Dia mengetuk lebih dulu, sebelum masuk ke dalam ruangan.“Kamu sudah datang.”Tatapan Kiran tertuju pada Elvano yang melangkah cepat menghampirinya.Dari sudut pandangannya, Kiran bisa melihat aura yang berbeda dari Elvano.Kekasihnya ini sekarang lebih dewasa dan tampak berwibawa.“Kebetulan aku juga mau ke sini menemuimu, ternyata kamu mengirim pesan dulu untuk memintaku datang.” Kiran menghentikan langkah saat berhadapan dengan Elvano.“Benarkah?” Senyum Elvano begitu lebar.Sampai tatapannya tertuju ke paper bag yang Kiran angkat di hadapannya.“Apa ini?” tanya Elvano.“Hadiah.” Kiran menyerahkan paper bag ke tangan Elvano. “Bukankah kemarin aku sudah bilang, aku akan memberimu hadiah lain untuk kenaikan pangkatmu.”Elvano tak sabar. Dia menerima paper bag

  • Dimanja Mantan Posesif   Tawaran Posisi

    Alina beberapa saat menahan napas mendengar apa yang Elvano katakan. Apalagi putranya sudah menatap penuh curigaSebelum akhirnya Alina buru-buru mengembangkan senyum lalu menggeleng pelan. “Tidak kenapa-napa. Wajar kalau kami terkejut. Kami kira, Kiran akan tetap di sini bersama ayahnya.” Alina akhirnya membuka suara. Menepis dugaan Elvano kepadanya dan sang suami.“Kalian sekarang ragu pada Kiran karena informasi ini?” Elvano memastikan. Dia tak senang.“Kiran memang menerima keluarganya. Tapi dia pergi hanya untuk acara penyambutan saja, dia akan tetap di sini bersama ayahnya.” Elvano memperjelas. “Mungkin statusnya berubah, tapi di mana dia akan tinggal dan hidup, itu tidak akan pernah berubah.”Alina dan Aksa diam.“Aku tahu, Papa dan Mama tidak akan mempermasalahkan asal-usul Kiran, karena itu aku harap kalian jangan pernah berubah sikap terhadapnya, hanya karena dia sekarang menjadi bagian dari keluarga Bimantara.” Nada bicara Elvano tegas tak terbantah.Alina terkejut melihat

  • Dimanja Mantan Posesif   Dapat Juga

    Kiran berdiri di depan etalase. Matanya menyapu ke gulungan dasi yang terpajang di sana.“Ada yang bisa saya bantu, Nona?”Tatapan Kiran tertuju pada pelayan toko, kepalanya mengangguk, tetapi Kiran belum menentukan pilihan.Dia menoleh pada Noah yang sudah berdiri di sampingnya.“Noah, menurutmu bagus yang mana?” Kiran menatap penuh harap Noah mau membantunya memilih.Noah memandang ke etalase, telunjuknya mengarah ke dasi berwarna navy.“Itu lebih cocok untuk pacarmu itu.” Noah menoleh lagi pada Kiran setelah memberi balasan.Senyum Kiran terangkat lebar. Dia meminta pelayan untuk membungkus dasi yang dipilih Noah.Kiran menoleh pada Noah yang sudah menjauh darinya.Dia menatap sang kakak yang sedang melihat manset bedah.Kiran mendekat, tatapannya tertuju ke etalase. Dia melihat-lihat manset bedah untuk Elvano.Kali ini Kiran tidak meminta saran Noah. Dia memilih manset bedah sesuai dengan yang dia inginkan.Saat menoleh pada Noah, Kiran melihat sang kakak sedang menatap ke tie cli

  • Dimanja Mantan Posesif   Akhir Sandiwara

    Kedua pundak Dania menegang, bola matanya bergerak liar mencari kata-kata untuk membalas ucapan Kiran.“Kamu tidak usah mengelak lagi! Aku tahu, semua yang aku alami ini karena laporan darimu!” Kiran tersenyum hambar. Dania masih saja kukuh memfitnahnya.Melihat tenangnya Kiran, emosi Dania semaki

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Dimanja Mantan Posesif   Bukan Miliknya

    Wajah Kiran memucat melihat kepanikan sang ayah. Jangan sampai ayahnya syok dan sakit lagi kalau tahu dia menggadaikan kalung itu demi biaya operasi ayahnya.“Tidak, Yah. Tidak aku jual, kok. Tapi, memang tidak aku pakai karena takut hilang karena kalung itu sangat berharga.” Senyum Kiran begitu kak

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif   Sikap Yang Berbeda

    Sore hari. Kiran melangkah meninggalkan RDJ menuju halte bus terdekat, sampai langkahnya terhenti ketika melihat siapa yang menghadang jalannya. “Kenapa Kak Yoga di sini?” Kiran menatap waspada karena kemunculan Yoga. Tangan Yoga terulur cepat mencengkram kuat lengan Kiran. “Kemarin kamu tidak me

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif   Mulai Melawan

    Operasi ayah Kiran berjalan dengan lancar, meskipun Surya belum sadar setelah operasi yang dijalaninya, tetapi Kiran akhirnya bisa sedikit lega.Hari selanjutnya.Kiran berangkat ke perusahaan seperti biasa sesuai janjinya pada Elvano sebelumnya karena sudah diberi cuti.Kiran datang lebih awal. Kak

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status