Kiran gelagapan mendengar pertanyaan Elvano. “Siapa yang cemburu? Jangan besar kepala,” elaknya, “aku hanya tidak menyangka kalau Dania benar-benar terobsesi padamu.”Kiran langsung memutus kontak mata lagi dari Elvano untuk menutupi kegugupannya.Elvano menahan senyum melihat Kiran yang begitu menggemaskan.Kiran kembali menatap pada Elvano saat dia kembali bicara. “Aku heran, bisa-bisanya kamu tidak peka dan membiarkan wanita seperti itu bertahun-tahun di dekatmu. Coba kalau yang jadi asistenmu bukan aku, tapi orang lain. Aku yakin, sudah resign dari hari pertama kerja karena kelakuan Dania.”Elvano diam mendengarkan semua ucapan Kiran, sampai setelah Kiran berhenti, dia dengan tenang membalas, “Aku tidak tertarik sama sekali dengan dia. Aku mempertahankan Dania karena dulu pekerjaannya memang bagus dan rapi.”Tersenyum pada Kiran yang masih memasang wajah datar, Elvano kembali menjelaskan, “Soal Dania menyukaiku, aku benar-benar tidak peduli. Itu urusannya, yang terpenting aku tida
Read more