Semua orang terkejut mendengar ucapan Leya, apalagi bibir Leya terus manyun.Elvano memeluk sedikit erat, lalu mengecup lembut pucuk kepala Leya. “Bukan tidak mau ajak Leya, tadi Leya ‘kan masih sekolah.”“Ya dijemput, lah. Maca Leya ditinggal?” Mata Leya melirik pada Kiran. “Teruc kenapa Papa malah ajaknya dia.” Leya menunjuk dengan wajah berengut ketika menatap pada Kiran.Senyum Kiran begitu canggung karena Leya terus menatap tak suka padanya.“Sudah, yang penting sekarang ‘kan bisa makan bareng Papa, Kan? Jadi tidak usah marah-marah lagi, nanti cantiknya hilang.” Ayudhia menyela karena putrinya sangat cerewet siang ini.“Sekarang makan bareng Papa, disuapi. Mau?” Leya mengangguk-angguk, senyumnya begitu lebar pada Elvano.Kiran menatap Elvano dengan senyum kecil di wajahnya. Dia benar-benar melihat perbedaan Elvano saat mereka baru bertemu lagi dengan sekarang.Sikap Elvano sekarang sama seperti dulu, sejauh yang masih melekat dalam ingatan Kiran. Manis dan perhatian.“Kiran.”La
Magbasa pa