Kiran menatap pada Elvano yang bersikap berbeda.Jika biasanya Elvano akan semangat mengajaknya masuk.Tetapi berbeda dengan sekarang.Ya, karena sekarang, sang kekasih sedang marah.Dan, Kiran juga tidak akan bisa tidur, sebelum menyelesaikan pembahasan mereka tadi.“Aku ingin bicara denganmu setelahnya baru bisa tidur.” Kiran merangsek masuk begitu saja setelah bicara.Elvano tersentak.“Ki, jangan ….” Elvano tidak bisa mencegah Kiran masuk.Dan begitu Elvano menyusul Kiran ke dalam.Elvano menatap Kiran yang berdiri diam dengan tatapan tertuju ke meja.Kiran memutar kepala ke arah Elvano berdiri. “Kamu minum?” Kiran menunjuk ke meja. Tatapan Kiran tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.“Belum.” Elvano mendekat ke meja, dia kembali menutup botol yang tadi dibukanya sebelum Kiran datang.“Tapi kamu mau minum?” Kiran menatap tak suka jika Elvano sampai mabuk.“Belum minum, Ki. Cium bau napasku, belum bau alkohol, ‘kan?” Kini Elvano dan Kiran saling tatap.Kiran menghela napas kas
Read More