Setelah selesai masa skors.Kiran akhirnya bisa kembali masuk bekerja.“Kiran, akhirnya kamu kembali ke perusahaan.” Teman Kiran langsung mendekat menghampiri.Kiran tersenyum canggung, apalagi alasan dia diskors bukan karena kelalaiannya, melainkan hasutan Malik dan keributan yang dibuat ibunya.“Kiran, jangan sampai kamu diskors lagi. Kamu tidak tahu, betapa pusingnya kami menghadapi Pak Elvano.”Kiran menatap bingung ke teman-temannya yang menatap memelas.“Memangnya kenapa?” “Kamu tahu, perkara kopi saja, kami satu ruangan harus masuk pantry untuk membuat minuman yang cocok buat Pak Elvano.”“Benar, Kiran. Hanya kamu yang tahu selera Pak Elvano, kalau kamu tidak ada, kami seperti di neraka. Tegang dan panas dingin setiap hari.”Kiran cengo. Menatap teman-temannya yang baru saja mengeluh.“Pak Elvano mudah kok, dia suka yang manis, jadi kalau bikinin dia, jangan kopi hitam pahit.” “Tetap saja, ya. Pak Elvano bawaannya seperti mau menelan kami kalau kamu tidak ada. Sekarang kamu su
Read more