Waktu seolah berjalan dalam gerak lambat. Sera memejamkan mata, yakin bahwa gaun dan sepatunya akan basah. Namun, guyuran air dingin yang ia bayangkan tidak pernah sampai ke kulit, gaun atapun sepatunya. Sebaliknya, ia justru merasakan sebuah dekapan kokoh. Rendra, dengan gerakan yang luar biasa sigap, memutar tubuhnya seratus delapan puluh derajat. Ia menarik pinggang Sera, menyembunyikan tubuh kecil gadis itu di balik dadanya yang bidang. Pyarr! Gelas-gelas itu pecah berkeping di atas lantai, sementara air dingin di dalamnya memercik, membasahi punggung jas formal yang dikenakan Rendra. Keheningan mencekam seketika menyelimuti ruang perjamuan. Sera mendongak perlahan, napasnya masih menderu cepat. Ia melihat rahang Rendra mengeras, namun tangan pria itu masih mendekapnya erat, seolah memastikan tak ada satu tetes air pun yang menodai penampilannya. "Tuan, jas Anda," bisik Sera dengan suara bergetar, tangannya menyentuh punggung Rendra yang kini terasa lembap. Rendra t
Huling Na-update : 2026-04-01 Magbasa pa