Rianti yang sedang duduk di depan meja riasnya mendadak menggebrak meja dengan geram. Napasnya memburu saat menatap layar ponsel yang baru saja menampilkan balasan dingin dari Sera. Sepasang matanya menyipit tajam, memancarkan kekesalan yang mendalam. Jika bukan karena desakan dan ancaman Surya yang terus menerus menyudutkannya, Rianti bersumpah tidak akan sudi merendahkan diri menghubungi Sera, apalagi sampai harus bersusah payah mencari nomor ponsel gadis keras kepala itu. Tiba-tiba, sebuah pemikiran melintas di benaknya. Rianti berdiri tegak, langkah kakinya terdengar terburu-buru saat menyusuri koridor rumah menuju kamar anak tirinya. Tanpa mengetuk, ia mendorong pintu kamar Adel. Di sana, ia melihat Adel tengah sibuk, tumpukan baju, tas bermerek, dan beberapa pasang sepatu berserakan di atas ranjang. "Kamu mau pergi, Adel?" tanya Rianti. Adel menoleh sekilas, lalu kembali memasukkan sebuah clutch ke dalam tas besarnya. "Besok," jawabnya singkat tanpa minat. Rianti terdiam sej
Terakhir Diperbarui : 2026-03-28 Baca selengkapnya