Sera masih terpaku, jemarinya yang menyentuh permukaan sepatu itu bergetar. Di balik masker hitam yang menutupi separuh wajahnya, ia menggigit bibir bawahnya, kali ini bukan karena canggung, melainkan karena gejolak emosi yang menghantam dadanya. Wanita di hadapannya ini, wanita yang menatapnya dengan pandangan dingin dan penuh kuasa, adalah Rianti. Perlahan, Sera mulai melemaskan genggamannya, berniat mengalah. Namun, sebuah tangan yang lebih besar dan hangat tiba-tiba menyergap, menahan sepatu itu tetap di tempatnya. Sera tersentak saat melihat Rendra berdiri tegak di sampingnya, tangan pria itu mengunci sepatu tersebut dengan kokoh. Rianti mengernyitkan dahi. Ia tampak sangat tidak senang. Matanya yang tajam memandang rendah ke arah Sera dan Rendra secara bergantian. Karena keduanya memakai masker dan berpakaian sangat kasual, Rianti jelas menganggap mereka hanyalah pasangan biasa yang tidak sengaja menghalangi keinginannya. "Sepatu ini tinggal satu-satunya di toko ini, da
Huling Na-update : 2026-03-18 Magbasa pa