Keheningan mendadak jatuh di antara mereka, membuat suara jangkrik di kejauhan terdengar begitu nyaring. Sera merasa wajahnya memanas hebat, seolah seluruh pasokan darah di tubuhnya naik ke pipi. Pertanyaan impulsif itu menggantung di udara, menciptakan kecanggungan yang luar biasa. Evan, yang berdiri beberapa langkah di belakang Rendra, tak mampu menahan diri. Ia menundukkan kepala dalam-dalam, menutupi mulutnya dengan satu tangan untuk menyembunyikan getaran tawa yang hampir meledak. Pemandangan Sera yang sedang salah tingkah itu benar-benar hiburan langka. Merasa atmosfer semakin aneh, Evan memberanikan diri berdehem pelan. "Mana mungkin Pak Rendra tidak suka Anda, Nona? Anda kan istrinya," celetuk Evan dengan nada menggoda yang halus. Sera tersentak, ia perlahan mengangkat pandangannya, menatap Rendra dengan harap-harap cemas. Namun, pria di hadapannya itu tetaplah Rendra. Ekspresinya masih sama—datar, tenang, dan sama sekali tak terbaca, seolah pertanyaan Sera barusan ha
Last Updated : 2026-04-09 Read more