"Ya pakai air sumur darurat dulu, toh! Dengerin saya, Juragan Karso itu cuma pamer kertas kecamatan. Dia pikir dia bisa seenaknya memonopoli air kita?"Silvi menjeda kalimatnya, menarik napas dalam-dalam untuk memberikan efek dramatis. Dia berkacak pinggang, menatap satu per satu wajah ibu-ibu yang mulai tenang."Tanah desa kita ini punya aturan hukum sendiri, Ibu-ibu! Sumber mata air di perbatasan itu masuk wilayah adat Sukamaju sejak zaman nenek moyang. Surat dari kecamatan itu nggak akan bisa menggugat hak milik mutlak warga desa kita, catat itu!""Beneran begitu, Mbak Silvi? Nggak bakal ditangkap polisi kita kalau tetep ambil air?" tanya warga lain, mulai mencari kepastian."Nggak akan! Siapa yang berani nangkep? Polisinya aja tadi kabur ketakutan, toh?! Sekarang, lebih baik Ibu-ibu pulang ke rumah masing-masing. Masak, urus rumah, dan jangan panik. Percaya sama Mas Tresna dan Linda, mereka pasti punya jalan keluar!"Mendengar jaminan yang begitu meyakinkan dari mulut Silvi, kasak
Last Updated : 2026-05-23 Read more