Tresna menatap papan nama kayu jati yang tergeletak di ruang tamu itu sekali lagi dengan perasaan lega. Setelah membalas sapaan Pak Joko dengan suara lantang, dia menoleh ke arah Silvi yang sejak tadi terus menempel di lengan kirinya dengan manja."Sil, ikut aku sebentar yuk ke belakang. Rame banget di sini, aku mau cari angin segar," bisik Tresna tepat di dekat daun telinga Silvi.Silvi langsung mendongak, matanya berbinar nakal mendengar ajakan tersebut. "Mau ke mana sih, Mas? Kok mukanya misterius gitu? Mau minta pijat ya?""Udah, ikut aja. Clara, Linda, aku ke belakang rumah sebentar ya. Tolong pantau warga dulu," ucap Tresna sambil memberikan kode mata kepada dua wanita lainnya."Iya, Mas. Jangan lama-lama ya, nanti dicari sesepuh desa," jawab Clara sambil tersenyum maklum, tahu benar kalau pria pujaannya itu butuh waktu istirahat sejenak dari formalitas warga."Jangan macam-macam ya, Sil! Awas kalau Mas Tresna balik-balik bajunya kusut lagi!" goda Linda sambil tertawa kecil mena
Terakhir Diperbarui : 2026-05-20 Baca selengkapnya