"Ampun, Mas Tresna! Ampun! Sumpah, jangan bunuh saya, Mas!" ratap Anton seketika. Pemuda pengangguran itu langsung menangis ketakutan begitu melihat kilatan tajam mata Tresna dan bilah parang yang dingin di lehernya."Jawab jujur, untuk apa kamu bawa minyak tanah jam segini ke gudang? Siapa yang nyuruh kamu, Ton?""Aku... aku cuma disuruh, Mas! Bukan kemauanku, demi Tuhan!" Anton mengatupkan kedua tangannya, tubuhnya gemetar hebat di atas tanah yang basah."Siapa?!" bentak Tresna rendah, menekankan parangnya satu milimeter lebih dekat."Juragan Karso, Mas! Tim suksesnya Juragan Karso yang bayar aku!" Aku Anton setengah berteriak namun tertahan, air matanya bercucuran. "Aku disuruh bakar seluruh isi gudang sembako ini supaya besok warga panik dan nyalahin kepala desa yang sekarang!"Tresna mengeraskan rahangnya. "Hanya ini? Hanya membakar gudang?""Nggak, Mas! Ada lagi, ada yang lebih besar!" seru Anton cepat-cepat karena takut parang Tresna benar-benar menyayat lehernya."Katakan, ata
آخر تحديث : 2026-06-09 اقرأ المزيد