Tresna tertegun sejenak mendengarkan ucapan tulus dari janda kembang Sukamaju itu. Hawa panas dari tungku tanah liat seolah kalah membakar dibandingkan sorot mata Silvi yang begitu lekat menatapnya."Sudah, Sil, nggak usah berlebihan begitu," sahut Tresna, mencoba mencairkan suasana yang mendadak terasa begitu intim di sudut dapur. "Ayo dilanjutkan masaknya, keburu siang nanti anak-anak karang taruna datang."Silvi tersenyum manis, matanya mengerling manja. "Iya, Mas Tresna sayang. Ini juga mau langsung saya mulai."Silvi menyalakan tungku kayu bakar lalu mulai mengaduk bumbu masakan tradisional di dalam sebuah kuali besi berukuran cukup besar. Aroma serai, lengkuas, dan cabai yang ditumis satset langsung menyerbak wangi memenuhi ruangan dapur yang bernuansa kayu jati tua tersebut."Mas Tresna, kayu yang ini kurang besar belahannya. Bisa tolong dibelahkan lagi nggak di pelataran belakang?" tanya Silvi sambil memegang sutil kayu, menunjuk ke arah tumpukan kayu jati di sudut luar."Bisa
آخر تحديث : 2026-06-03 اقرأ المزيد