"Pasang satu di tiang penyangga tenda bagian depan, Mas. Cari posisi yang agak tinggi dan tersembunyi di sela lipatan kain terpal," jawab Clara pelan. Matanya sibuk memeriksa layar ponsel yang menampilkan indikator sinyal kamera.Tresna melirik tiang besi yang licin dan tinggi itu, lalu beralih menatap pohon beringin yang dahan lebatnya menjuntai tepat di atas tenda, tak jauh dari tiang bendera balai desa."Nggak usah pakai tangga. Kelamaan. Biar aku panjat pohon sama tiangnya," bisik Tresna.Clara terbelalak lalu menahan lengan Tresna. "Eh, Mas, beneran? Itu tinggi lho, mana licin kena air embun. Jangan nyari penyakit deh!""Cuma segini mah gampang. Kamu pantau aja layarnya, udah pas belum posisinya," sahut Tresna dengan seringai tipis.Pria itu langsung bergerak lincah. Tanpa alat bantu sama sekali, Tresna mengandalkan kekuatan otot lengan dan kakinya untuk merayap naik ke tiang besi, menyelinap di antara sambungan terpal dengan gerakan ringan."Mas, awas!" desis Clara tertahan, me
Last Updated : 2026-06-10 Read more