Malam semakin larut, namun deru mesin truk-truk material yang mengangkut semen dan besi terus menderu. Suara bising itu memecah kesunyian malam di hulu desa Sukamaju.Di pinggir jalan setapak tanah yang becek, Tresna, Bayu, dan Slamet berdiri bersiaga. Mereka terus memantau situasi untuk memastikan seluruh armada logistik bisa masuk dengan aman ke dalam desa."Mas Tresna, semua semen dan besi untuk atap klinik sudah berhasil dipindahkan ke gudang darurat!" lapor Bayu dengan napas terengah-engah, menyeka peluh bercampur air hujan di keningnya."Bagus. Pastikan terpal penutupnya diikat kuat, Bay. Angin malam ini kencang sekali, jangan sampai material kita basah sebelum fajar," perintah Tresna tegas seraya menepuk pundak pemuda itu.Slamet ikut melangkah mendekat sambil membawa cangkulnya. "Untung kita bergerak cepat, Mas. Kalau ndak, pondasi yang kita bangun susah payah kemarin pasti sudah hancur lebur diguyur hujan lebat malam ini.""Ini baru permulaan, Met. Besok pagi, pihak perusahaa
Last Updated : 2026-07-01 Read more