"Duh, kalau buat melayani Mas Tresna, rasa capekku langsung hilang," bisik Silvi manja, tangannya terjulur menarik kerah jaket hitam tebal Tresna masuk ke dalam kehangatan tumpukan karung padi.Tresna tidak memberikan jawaban lewat kata-kata. Dengan satu gerakan cepat, tangan kekarnya langsung menjulur, merengkuh pinggang ramping Silvi dan menariknya hingga tubuh padat janda kembang itu menempel sempurna pada dada bidangnya."Aduh, Mas... kok langsung buru-buru begini," desah Silvi lirih, matanya sayu menatap wajah tegap Tresna dalam keremangan lumbung."Kamu sendiri yang mulai, Sil. Jangan nyesel ya kalau besok pagi kakimu sampai lemas nggak bisa jalan," kekeh Tresna, suaranya berat penuh dominasi jantan yang pekat."Memangnya aku kelihatan mau kabur? Aku malah mau dikurung terus sama kamu di sini, Mas," rintih Silvi, jemarinya mulai mengelus rahang tegas sang mantri desa.Tresna tidak membiarkan Silvi bicara lebih banyak lagi. Dia menundukkan kepalanya, membungkam bibir tipis Silvi
Last Updated : 2026-06-25 Read more