Sembari membisikkan kalimat itu, Tresna memberi isyarat tangan. Bahu Clara dan Silvi ditepuknya bersamaan, memberi kode untuk merunduk.Kedua wanita itu terpaksa melorotkan tubuh, menyatu dengan rimbunnya semak daun jati kering demi menghindari sorotan lampu motor yang kian dekat."Aduh, Mas, pelan-pelan sedikit dong," bisik Silvi manja.Pantat indahnya bergeser gelisah di atas tanah kering, sibuk mencari posisi nyaman di dekat paha kekar Tresna. "Ini semaknya banyak duri, lho. Sakit kalau kena kulit.""Diam dulu, Sil! Bisa nggak sih dalam kondisi tegang begini kamu nggak usah manja dulu?" tegur Clara ketus dengan suara yang ditekan serendah mungkin, dadanya naik turun dengan cepat menahan napas yang kian memburu."Kamu sendiri kenapa nempel-nempel ke punggung Mas Tresna begitu? Gengsi tapi nyari kesempatan ya?" balas Silvi tidak mau kalah, bibir tipisnya mengerucut jengkel dalam kegelapan."Sudah, sssuttt! Tiarap dan jangan berisik," potong Tresna dengan nada dingin yang tidak meneri
Last Updated : 2026-06-21 Read more