Mendengar nada suara yang tidak menerima bantahan, hembusan napas menyerah meluncur dari bibir sang direktur. "Iya, iya, ini aku tutup layarnya. Kamu bawel banget sih jadi dokter."Menyuruh Amara bersandar rileks di kursi kulit, laki-laki berjas putih ini langsung menarik kursi kecil mendekat. Posisi duduknya sengaja direndahkan agar sejajar dengan kaki kekasihnya. Mengangkat perlahan kedua tungkai wanita tersebut, dia mulai memijat pelan telapak kaki Amara yang sedikit bengkak.Pijatan lembut itu memberikan kenyamanan bagi ibu hamil yang mudah merasa kelelahan ini.Titik-titik saraf yang menegang akibat terlalu lama memakai sepatu kerja perlahan kembali mengendur. Usapan konstan menggunakan ibu jari di area tumit sukses memancing erangan lega dari mulut Amara."Enak banget pijatanmu, Mas," gumam Amara memejamkan mata menikmati sensasi hangat tersebut."Peredaran darahmu kurang lancar gara-gara kelamaan duduk terus. Janin kita makin besar, jadi beb
Read more