Berdiri tegap melipat kedua lengannya di belakang Amara, tatapan membunuh dokter itu sukses menciutkan nyali Doni. Tubuh manajer gadungan ini mundur selangkah mencari jarak aman, ketakutan setengah mati menghadapi fisik dominan musuhnya."Ini urusan pribadi rumah tanggaku! Kamu cuma tenaga medis bayaran, ngga usah ikut campur!" rutuk suami sah itu menggeretakkan giginya kesal."Urusanmu adalah memastikan istriku ngga stres, Mas! Keluar dari kamarku detik ini juga!" usir Amara menunjuk lurus daun pintu utama."Ra, masa aku diusir lagi sih? Di luar banyak nyamuk, terus aku harus tidur di mana malam ini?" mohon Doni mengiba, menangkupkan kedua tangannya layaknya pengemis."Tidur aja sana di ruang TV beralaskan tikar! Aku bener-bener muak lihat muka pembohongmu beredar di kamarku!"Mendorong kasar bahu suaminya keluar ruangan, putri konglomerat ini langsung memutar kunci pintu rapat-rapat. Terusir memalukan dari wilayah privasinya, Doni terpaksa mencari selembar tikar tipis di ruang kelua
Read more