Wajah Eva seketika memucat pasi mendengar pertanyaan Isabella. Sebuah pertanyaan yang selama ini ia hindari. Dadanya kian kempas-kempis dihantam rasa sesak yang luar biasa. Mendadak, pasokan udara di sekitarnya menipis.“Apa saya perlu mengulangi pertanyaan saya, Duchess Eva Moreau?” Suara Isabella tenang, tidak intimidatif tetapi berhasil membuat Eva menelan salivanya beberapa kali. Tubuh Eva menegang lengkap dengan denyut jantung yang berpacu liar. Peluh jatuh di pelipisnya. Ia bahkan tak sanggup sekedar mengangkat mata, menatap Isabella. Eh hem,Isabela berdehem pelan. “Baiklah, jika kau memang tidak bersedia menjawabnya,” ucap Isabella dingin, menatap lurus wanita paruh baya di hadapannya. “Yang pasti... seluruh keluarga Kepala Klan Moreau akan dijatuhi hukuman mati karena telah melakukan penipuan terhadap istana, konspirasi pembunuhan, dan masih banyak lagi kejahatan besar yang tak termaafkan.”Eva memejamkan matanya rapat-rapat. Kedua tangannya yang gemetar meremas erat kain
Read more