“Yang Mulia, ada apa?” bisik dayang sang ratu tatkala melihat Cecilia diam termangu, menatap lama Sophia.Cecilia meneguk salivanya sebelum menjawab. “Aku harus memastikan sesuatu,” balasnya. Tatapannya kembali tertuju pada Sophia yang masih tampak lesu. Di samping ranjang, ibunya, Maria menyuapinya bubur. “Maaf, Yang Mulia. Ini sudah waktunya Sophia makan dan minum obat.” Ujar Maria meminta ijin. Sebuah kehormatan kedatangan sang ratu yang sudi menjenguk putrinya. Bahkan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. “Silakan, lanjutkan saja!” ucap Cecilia sembari meneguk minumannya kembali.Namun, tatapannya masih tertuju pada Sophia, mengamati gerak geriknya secara cermat. Barulah setelah gadis itu minum obat, Cecilia memberanikan diri berbicara. “Sophia. Bolehkah saya melihat bahumu? Saya hanya ingin memastikan luka. Jika tak kunjung sembuh. Istana akan mengirimkan tabib terbaik lagi untuk mengobatimu.”Sophia menatap Cecilia dengan sungkan. “Oh, boleh.”Gadis itu kemudian menyingkap a
Read more