Bara menghela napas panjang, berusaha menenangkan detak jantungnya yang tidak karuan. Dia harus bersikap profesional dulu, setidaknya agar tidak terlihat terlalu murahan di depan wanita sosialita ini."Kita mulai peregangan dulu ya, Tante. Biar ototnya nggak kaget," ucap Bara sambil mengambil posisi di ujung matras, tepat di dekat kaki Siska."Iya, Bar. Tapi jangan keras-keras ya, badan Tante lagi manja nih hari ini," sahut Siska sambil merebahkan punggungnya di matras.Bara mengangkat kaki kanan Siska yang terbungkus legging ketat berwarna merah muda itu. Dia menekan telapak kaki Siska ke arah dada wanita itu untuk meregangkan otot paha belakangnya. Karena gerakan itu, Siska sedikit mendesah menahan nyeri sekaligus nikmat."Aduh... iya di situ, Bar. Tahan sebentar," rintih Siska.Dari sudut pandang Bara yang berada di bawah, pemandangan di depannya benar-benar menguji iman. Saat kaki Siska terangkat tinggi, celah di antara kedua pahanya
Read more