"Iya, Tan. Bara maklum kok. Oh iya, hari ini Bara pulang jam sembilan malam ya. Ada tugas kelompok sama Arum, terus lanjut urusan cari tambahan sampai malam," kata Bara sambil buru-buru merapikan tasnya.Marissa mengangguk pelan sambil terus menatap lekat tubuh Bara yang semakin tegap. "Iya, Tante tahu kamu sibuk cari uang sendiri. Hati-hati ya, jangan terlalu capek, nanti Tante gak ada temannya di rumah."Bara segera pamit dan menghidupkan motor tuanya menuju kampus. Setelah menempuh perjalanan yang agak macet, dia sampai di koridor depan perpustakaan. Di sana, Arum sudah melambaikan tangan dengan senyum manisnya. Gadis itu memakai kemeja kampus yang agak sempit di bagian dada, memperlihatkan bentuk tubuhnya yang padat dan berisi."Hai, Bar. Sudah siap ngerjain tugasnya?" tanya Arum dengan suara lembut."Sudah, Rum. Maaf ya kalau nunggu lama," sahut Bara sambil duduk di sampingnya.Mereka mulai membuka buku dan laptop. Selama satu jam lebih mereka fokus berdiskusi. Sesekali, saat Aru
Read more