Tak berselang lama, suara ketukan sepatu terdengar nyaring dari arah tangga. Keyla muncul menuruni anak tangga dengan langkah percaya diri. Seragam SMA yang dia pakai sangat pas badan. Rok abu abunya dipotong sedikit di atas lutut, memperlihatkan bentuk kakinya yang padat dan indah. Rambut panjangnya dikuncir rapi ke belakang. Riasan tipis di wajahnya membuat gadis itu memancarkan aura cantik namun sangat angkuh."Pagi, Pa, pagi Ma," sapa Keyla. Pak Handoko hanya berdeham pelan tanpa repot repot menoleh dari tabletnya.Keyla menarik kursi tepat di sebelah Bara. Aroma parfum mewahnya langsung tercium kuat mengalahkan wangi kopi di atas meja makan. Dia melirik Bara dengan ekor matanya, menyunggingkan senyum licik.Keyla tahu dia tidak bisa berteriak atau menyuruh nyuruh Bara dengan kasar di depan ayahnya. Marissa pasti akan langsung menegurnya dan mencari muka di depan Pak Handoko. Dia harus bermain halus."Kak Bara," panggil Keyla dengan nada suara yang dibuat buat menjadi manis. "Nant
Read more