Adrian dan Lucas tidak menjawab, keduanya hanya menepuk pundak Rosella bergantian, lembut tapi singkat, lalu memanggil Maria untuk naik ke lantai atas."Maria, ayo ke atas dulu."Maria menoleh, tersenyum manis, lalu melangkah mengikuti Adrian dan Lucas naik tanpa menoleh ke arah Rosella lagi.Rosella berdiri di sana sendirian menatap punggung tiga orang yang menaiki tangga itu sampai menghilang di balik tikungan koridor atas.Sesuatu di dadanya sakit bukan sakit yang bisa ditunjuk lokasinya, tapi terasa nyata, mengganjal di suatu tempat di antara dada dan tenggorokannya yang tiba-tiba terasa sesak.Dia siapa sebenarnya?Rosella menggeleng keras, membuang pikiran itu jauh-jauh.Bukan urusanku, mungkin dia tamu, mungkin teman lama, mungkin saudara jauh, mungkin rekan bisnis keluarga.Tapi kenapa Adrian dan Lucas terlihat seperti itu? Kenapa pertanyaannya tidak dijawab? Kenapa tatapan Adrian terasa seperti permintaan maaf?Rosella menggeleng lagi, lebih keras dari tadi."Sudah, jangan di
Read more