Share

Pembuktian Cinta

Author: CitraAurora
last update publish date: 2026-03-09 22:15:50

Tok tok tok…

Terdengar ketukan, Rosella segera merapikan diri. “Tuan ada yang mengetuk pintu.” Ucap Rosella.

“Buka saja.” Sahutnya.

Rosella membuka pintu, di depan pintu Maria berdiri di sana dengan senyum yang sudah siap di bibirnya, tapi senyum itu berhenti di tengah jalan begitu matanya melihat ke dalam kamar.

"Rosella? Kamu..." Kalimatnya tergantung.

Karena tepat di saat itu Leon muncul dari belakang Rosella, berdiri di tengah kamarnya sendiri dengan kemeja yang masih sedikit kusut.

Mar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
CitraAurora
nggak lah kk
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
waaw kkk jngn sampek terjadi kk leon tidur sm maria hancur perasaan rosela kk kalau tau
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Robin Datang

    “Tuan Robin, Nona Rose sakit di mansion Toretto.” Lapor asisten Robin. Robin yang sedang memegang berkas langsung meletakkannya. “Adikku sakit apa?” Tanya Robin dengan raut wajah yang mulai panik.” "Saya dengar Nona Rosella sakit cukup parah hingga dokter spesialis harus datang."​Tanpa sepatah kata lagi Robin bangkit dari tempat duduknya.“Siapkan jet pribadi malam ini kita ke London.” Katanya lalu berjalan keluar. Di sisi lain di kamar Rosella, suasananya lebih tenang. Leon duduk di tepi ranjang sembari menyuapi Rosella potongan buah pir. Adrian duduk di sofa ujung ranjang sembari membacakan sebuah novel klasik, sementara Lucas sibuk memeriksa denyut nadi Rosella setiap sepuluh menit sekali, sebuah tindakan yang sebenarnya berlebihan untuk sekadar masuk angin.​"Tuan Leon, saya sudah kenyang," protes Rosella lembut saat Leon mencoba menyodorkan potongan buah terakhir.​"Satu lagi, Rosella, tubuhmu butuh nutrisi agar tidak mual lagi," bujuk Leon dengan nada suara yang sangat mani

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Lupa Kalau Dirinya Juga Dokter

    Suasana di lantai atas Mansion Toretto benar-benar kacau pagi itu. Bunyi langkah kaki yang terburu-buru dan suara mual yang kembali terdengar dari arah kamar mandi membuat kamar tersebut seolah sedang dilanda bencana besar.Rosella kembali muntah-muntah, wajahnya yang cantik kini pucat pasi dengan keringat dingin yang membasahi keningnya.​Lucas, sang dokter muda yang biasanya selalu tenang saat menghadapi pasien di rumah sakit, kini benar-benar kehilangan kewarasannya. Dia mondar-mandir di depan pintu kamar mandi Rosella layaknya setrika panas. Tangannya tak berhenti meremas ponsel, sesekali ia menggigit ibu jarinya dengan raut wajah yang luar biasa tegang.​"Tenanglah, Lucas. Kamu membuat kepalaku pening," tegur Leon yang duduk di sofa sembari memijat pangkal hidungnya. Ia sendiri sebenarnya panik, tapi melihat tingkah adiknya, rasa peningnya jadi berlipat ganda.​"Bagaimana aku bisa tenang, Kak?! Jika dia kenapa-napa Robin Anderson akan datang ke sini membawa senapan mesin!" sahut

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Anak Ini Milik siapa?

    Suasana ruang makan di Mansion Toretto yang biasanya dipenuhi dengan candaan ringan dan adu mulut kecil antara ketiga Tuan Muda, seketika berubah menjadi senyap yang mencekam.Pagi itu, cahaya matahari yang masuk melalui jendela besar tampak begitu cerah, namun tidak bagi penghuninya.​Semuanya bermula ketika Rosella hendak menyuapkan potongan ikan salmon panggang ke mulutnya. Tiba-tiba, ia meletakkan garpunya dengan kasar, menutup mulut dengan telapak tangan, dan bergegas lari menuju wastafel di sudut dapur.​Suara mual yang tertahan itu bagaikan dentum lonceng kematian bagi telinga Leon, Adrian, dan Lucas. Ketiganya membeku di kursi masing-masing, saling pandang dengan raut wajah yang sulit diartikan.​Lucas, yang paling peka sebagai seorang dokter, adalah yang pertama bangkit. Ia menghampiri Rosella yang masih tampak pucat sembari mengusap punggung gadis itu dengan lembut.​"Sayang, kamu sakit? Wajahmu pucat sekali," tanya Lucas, suaranya terdengar sedikit gemetar meski ia mencoba

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Jodoh Buat Robin

    ​Suatu siang, sebuah panggilan video masuk ke ponsel Rosella. Di layar muncul wajah Mommy dan Daddy Anderson yang berada di Liverpool. Wajah mereka tampak cemas namun penuh harap.​"Anakku, Rose," sapa Mommy dengan lembut. "Kami butuh bantuanmu. Kamu tahu kan, Kakakmu Robin itu keras kepala sekali. Kami sudah memintanya berkali-kali untuk mulai memikirkan pernikahan. Anderson Group butuh ahli waris, kami butuh suara tawa bayi di mansion ini, tapi dia selalu menghindar dengan alasan pekerjaan."​Daddy menimpali, "Hanya kamu yang bisa meluluhkan hatinya, Rose. Tolong bujuk Kakak kamu. Katakan padanya bahwa membangun keluarga tidak akan menghambat apapun termasuk karir."​Rosella mendesah pelan, dia tahu betapa protektifnya Robin padanya hingga terkadang mengabaikan kehidupan asmaranya sendiri. "Baiklah, Mom, Dad. Rose akan coba bicara dengan Kak Robin malam ini."​Malam itu, Robin datang ke Mansion Toretto untuk menjenguk sang adik sekalian makan malam di mansion Toretto.Saat mereka du

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Keributan Di Kampus

    Pagi itu, suasana di pelataran kampus yang biasanya tenang mendadak gempar. Sebuah konvoi mobil mewah berwarna hitam mengkilap berhenti tepat di lobi utama gedung fakultas. Mahasiswa yang sedang berlalu lalang seketika berhenti, mengira ada pejabat negara atau tamu agung yang datang.​Pintu mobil terbuka, dan pemandangan yang terlihat seolah keluar dari film layar lebar. Tiga Tuan Muda Toretto—Leon yang karismatik, Adrian yang cerdas, dan Lucas yang menawan—turun secara bersamaan. Namun, perhatian utama bukan pada mereka, melainkan pada sosok gadis di tengah mereka. Ya itu adalah Rosella.​Rosella mengenakan pakaian kasual namun berkelas, rambutnya tertata rapi, dan auranya memancarkan keanggunan seorang putri. Dia tampak sedikit risih dan malu karena menjadi pusat perhatian ribuan pasang mata.​"Tuan, sebenarnya saya bisa jalan sendiri dari gerbang," bisik Rosella pelan.​"Tidak ada jalan jauh untukmu mulai hari ini, Rose," jawab Leon tegas sembari menggandeng tangan kanannya.​"Dan

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Rebutan

    Setelah badai gairah di dapur mereda, Lucas benar-benar menepati janjinya. Dia tidak membiarkan Rosella turun dari island dapur dengan kaki telanjang. Dengan lembut, Lucas menggendongnya menuju kamar mandi utama yang mewah.​Di sana, Lucas menyalakan bathtub, mengisi air hangat dengan aroma sandalwood yang menenangkan. Dia sendiri yang membantu Rosella membersihkan diri, menyabuni punggung gadis itu dengan perlahan, seolah sedang menyentuh porselen yang sangat rapuh. Tidak ada nafsu dalam gerakannya kali ini, yang ada hanyalah pemujaan dan kasih sayang yang tulus.​"Aku selalu membayangkan momen seperti ini, Sayang," bisik Lucas sembari mengeringkan tubuh Rosella dengan handuk tebal setelah mereka selesai mandi. "Hanya ada kita, tanpa bayang-bayang kedua kakakku yang dominan itu."​Lucas kemudian memakaikan salah satu kemeja kebesarannya pada Rosella. Gadis itu tampak sangat menggemaskan dengan kemeja yang menutupi hingga ke tengah paha. Setelah itu, Lucas kembali ke dapur, masih den

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Besok Dia Milikku

    Rosella terdiam, jantungnya berdebar sangat kencang mendengar perkataan Adrian. Kakinya seolah tidak mau bergerak, tapi tangan Adrian yang menariknya dengan lembut tapi pasti membuatnya mengikuti. Adrian menutup pintu, lalu berbalik menatap Rosella yang berdiri dengan tubuh gemetar."Kamu takut?"

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Malam Ini Rosella

    Rosella menggeleng pelan, tangannya mencengkeram bahu Lucas dengan erat. "Saya takut."Lucas tertawa lembut mendengar jawaban jujur itu. Tangannya berhenti bergerak, menatap wajah Rosella yang memerah dengan tatapan penuh kelembutan."Takut kenapa, sayang?" tanyanya sambil mengusap pipi Rosella den

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Sore Dengan Lucas

    Rosella kembali ke kamar Leon dengan langkah yang terasa berat. Tangannya memegang obat-obatan yang diberikan Lucas, pikirannya masih berkecamuk dengan apa yang baru saja terjadi. Lucas memeluknya, mengaku cemburu dan mengklaimnya untuk sore ini. Sementara pagi tadi, Leon juga melakukan hal yang

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Tidur Bersamaku

    Malam itu, ruang makan semua Tuan Muda sudah duduk di kursinya masing-masing. Leon duduk di ujung meja seperti biasa, meski wajahnya masih terlihat sedikit pucat dari demam yang belum sepenuhnya hilang. Tapi dia bersikeras untuk tidak melewatkan makan malam, meskipun Lucas menyarankan dia untuk is

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status