Awan mendung bergelayut di atas sana. Sesekali, suara petir terdengar menggelegar dari kejauhan. Angin berembus membuat daun-daun kering di sekitar berterbangan.Orang-orang berbaju hitam nampak berkumpul. Kepala mereka tertunduk dalam, memandangi liang lahat yang perlahan ditimbun tanah. Sebagian dari mereka tak kuasa menahan tangis, melepas kepergian Naya untuk selamanya.“Selamat tinggal istriku…” Arman menaburkan kelopak-kelopak bunga segar di atas tanah yang masih basah.Tangis meledak. Rini, ibunya Naya, tiba-tiba histeris. Namun, Arman terlihat tegar. Hujan turun deras begitu Arman meninggalkan area pemakaman.Satu sudut bibirnya menyungging samar di bawah payung yang mengembang. Akhirnya… akhirnya dia memenangkan pertarungan dengan sendirinya.Pria sialan itu, Ardi, menghilang ditelan bumi–Arman berharap pria itu mati. Dan kini, istrinya, Naya, meninggalkannya secara mendadak.Rahasia besar itu tenggelam selamanya tanpa ada yang tahu.‘Sempurna,’ pikir Arman dalam hati.Sesamp
Read more