Degup jantung Naya berkejaran tak karuan bersamaan dengan bayangan Ardi yang semakin mendekat. Telapak tangannya berkeringat dan sedari tadi, Naya terus menggigit bibirnya keras-keras sambil berdoa ada keajaiban yang terjadi.Yah, seperti misalnya tiba-tiba terjadi gempa atau apa sajalah, pikir Naya.‘Tetapi sepertinya tak ada harapan…’ Naya mengeluh pasrah dalam hati. Sebentar lagi, Ardi bakal memergokinya di sini dan tamatlah sudah.Mungkin, Naya akan menyuruh Arman memecat Ardi agar dirinya tak tenggelam dalam rasa malu yang berkepanjangan.Tok, tok, tok.Suara ketukan pintu itu sontak menghentikan langkah Ardi.“Mas Ardi?” suara seorang wanita terdengar dari balik pintu depan paviliun.Ardi nampak bimbang sejenak, namun dia segera memutar tubuhnya dan membukakan pintu.Amah, kepala pelayan Keluarga Kartajaya yang sudah berkepala lima, terlihat sedikit gugup ketika berhadapan dengan Ardi yang bertelanjang dada.“I-Itu Mas Ardi, tadi… Nyonya Naya nyariin Mas,” Amah menyunggingkan s
最終更新日 : 2026-02-09 続きを読む