“Selamat pagi, Pak Ardi,” senyum cerah mengembang di wajah wanita muda itu. Rambut lurusnya tergerai indah dengan setelan blus yang sedikit ketat tetapi masih terlihat profesional.“Kamu pasti Sania, sekretaris sementaraku. Iya kan?” Balas Ardi saat hendak menuju ke ruangannya.Sania mengangguk. “Mbak Vita sudah memberi tahu saya segala sesuatunya. Jadi, Bapak tak perlu khawatir.”“Yah, sebaiknya begitu,” Ardi tersenyum ramah sebelum akhirnya menghilang dari balik pintu ruangannya.Tepat setelah itu, Sania menghela napasnya. Dia tak menyangka ternyata bos barunya memang setampan itu!“Hah, tapi sayang sekali… Dia sudah menikah,” keluh Sania dari balik mejanya. Untuk menghalau pikiran-pikiran aneh di benaknya, maka wanita muda itu menyibukkan diri dengan pekerjaanya. Sampai akhirnya, saat menuju jam makan siang, Ardi minta dibuatkan kopi. Sebenarnya Ardi meminta Sania agar OB yang membuatkan kopi untuknya, tetapi kali ini wanita itu ingin membuktikan pada Ardi kalau dia bisa membuat k
Last Updated : 2026-05-26 Read more