Lily hampir berlari menuruni tangga, wajahnya cerah, matanya penuh antusias yang tidak bisa disembunyikan. Theo berjalan di belakangnya sambil membawa koper kecil, sementara Sebastian sudah berdiri di ruang bawah, menunggu.“Ayah—” Lily berhenti di anak tangga terakhir, lalu berlari menghampirinya. “Kita mau ke mana?”Sebastian sedikit menunduk, menatapnya. Untuk sesaat, ekspresinya melunak—tipis, tapi nyata.“Kau mau ikut aku ke luar negeri?” tanyanya tenang. “Tinggal bersamaku di sana.”Lily mengedip, lalu matanya langsung berbinar lebih terang dari sebelumnya.“Serius?” suaranya hampir melonjak.Sebastian mengangguk pelan. “Aku akan membawamu keliling dunia nanti.”Kalimat itu sederhana. Tapi bagi Lily—itu seperti mimpi yang tiba-tiba menjadi nyata.“Iya! Mau!” jawabnya cepat, tanpa ragu, hampir melompat kecil di tempatnya.Di belakang mereka, Amara berdiri diam. Wajahnya perlahan kehilangan warna.Ia menatap Lily—anaknya sendiri—yang berdiri begitu dekat dengan Sebastian, dengan e
Read more