Pintu kamar President suite itu tertutup dibelakang mereka.Klik.Suasana langsung berubah.Tidak lagi terdengar suara musik, tawa tamu, atau sorotan lampu. Yang ada hanya kesunyian malam dan mereka berdua.Rendra menghela napas panjang, melepaskan ketegangan di bahunya. Ia segera melepas sepatu pantofelnya, lalu menyampirkan tuksedo hitamnya di sofa.Sambil melonggarkan dasi dan membuka dua kancing teratas kemejanya, matanya tak lepas dari sosok istrinya yang kini duduk di meja rias.Selin menatap pantulannya di cermin yang masih cantik, namun sorot matanya tak bisa menyembunyikan rasa gugupnya.Perlahan ia mulai membersihkan makeup di wajahnya. Tangannya mulai bekerja, mencoba melepas satu per satu aksesoris rambut yang tertanam kuat di sanggulnya. Namun, sebuah jepit mungil tersangkut, membuat Selin meringis kecil sambil berusaha menariknya perlahan."Ah..." gumamnya pelan.Tiba-tiba, sepasang tangan yang hangat membantunya. Melalui cermin, Selin melihat Rendra sudah berdiri di bel
آخر تحديث : 2026-04-29 اقرأ المزيد