Keesokan harinya, Rendra bangun lebih dulu. Ia tidak langsung beranjak, melainkan menatap wajah istrinya yang masih terlelap disampingnya.Rendra tersenyum tipis mengingat bagaimana "pertempuran" mereka yang baru selesai hampir subuh. Ia mendekat, lalu mengecup kening istrinya."Makasih ya, Sayang," bisiknya pelan, hampir tak terdengar.Dengan hati-hati, Rendra melepaskan pelukannya agar tidak membangunkan Selin. Begitu ia bergerak, ia merasa punggungnya sedikit perih. Ia berjalan menuju cermin besar di sudut kamar dan berbalik. Di sana, terlihat beberapa bekas merah dan guratan kuku yang cukup jelas.Rendra tertawa kecil sambil menggelengkan kepala. "Ganas juga ternyata kalau lagi panik," gumamnya teringat momen saat Selin menjerit dan mencengkeramnya kuat semalam.Ia kemudian melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu keluar hanya mengenakan celana pendek saja. Sebelum membangunkan istrinya, Rendra menelepon layanan kamar untuk memesan sarapan.Rendra kembali ke sisi te
Last Updated : 2026-05-19 Read more