Jumat pagi, Bandara Soekarno-Hatta cukup padat. Rendra berdiri di dekat area check-in mandiri. Laki-laki itu mengenakan kemeja linen tipis dengan lengan yang digulung hingga siku, jauh dari kesan formal biasanya. "Sudah lama?" tanya Selin, sedikit gugup sambil merapatkan tote bag-nya. Rendra menoleh, lalu menggeleng pelan. "Baru sepuluh menit." Tanpa menunggu persetujuan, ia mengambil alih koper kecil yang ditarik Selin. "Sini aku yang bawa." "Eh, nggak apa-apa, aku bisa sendiri kok," ujar Selin agak kaget. "Biar aku aja. Sudah sarapan?" tanya Rendra. Selin menggeleng. " Belum sempat, takut telat." "Nanti di lounge saja sambil nunggu boarding." Pagi ini, udara terasa berbeda. Ada kecanggungan tipis yang menggantung di antara mereka seperti lembaran kertas kosong yang baru saja dibuka. *** Sepanjang penerbangan, Rendra tidak banyak bicara. Namun, sikap dan perhatiannya pada Selin menunjukkan lebih banyak dari pada kata-kata. Saat Selin mulai terlihat mengantuk karena kurang ti
Read more