Aku menatapnya, lebih lembut kali ini. “Nara lagi butuh ditemani. Kamu juga lihat sendiri tadi.”Kak Julia memalingkan wajah sebentar, jelas tidak sepenuhnya suka dengan situasi ini. Namun akhirnya ia kembali menatapku.“Ya sudah,” katanya pelan. “Tapi kalau ada apa-apa, kamu langsung telepon aku. Jangan sok kuat.”"Atau lebih baik lapor polisi biar mereka ditangkap!"Aku mengangguk. “Iya. Menangkap orang juga butuh bukti. Lagian nanti semua heboh. Kan Nara juga malu.”Beberapa detik kami hanya berdiri saling menatap, sebelum akhirnya Kak Julia mendesah kecil.“Aku pulang dulu,” katanya. “Besok pagi aku ke sini lagi.”Aku sedikit terkejut. “Kamu nggak usah kuantar?”Ia menggeleng. “Rumah kita hanya di sebelah. Lagipula…” ia berhenti sejenak, lalu menatapku tajam, “aku nggak mau kamu kelelahan.”"Ingat! Langsung tidur aja ya! Jangan banyak bercerita dengannya lagi!"Kalimat itu sederhana, tapi terasa lebih dalam dari sekadar ucapan biasa.Aku mengangguk pelan.“Iya.”Kak Julia berbalik
続きを読む