Jelita tertawa makin lepas. "Tentu dong, kamu jantan sekali. Aku tergila-gila, Bay.""Sekarang kerja dulu, semakin cepat selesai, semakin cepat kita pulang ke rumah dan mandi bersama, bagaimana?"Jelita berpikir sejenak, lalu menganggukkan kepalanya.Dia akhirnya melepaskan rangkulannya dan mundur beberapa langkah.Ekspresinya berubah. "Nah, sekarang kita mulai bekerja."Aku mengusap wajahku sendiri sambil menggeleng.Aku menatapnya beberapa detik. Aku melihat sosok yang tangguh dan seperti sedang melihat perubahan yang signifikan. Jelita tampak dewasa kali ini."Habis ini, kamu harus melakukannya tiga ronde ya?"Aku mengangguk, "lima pun mampu, asal kamu kuat berdiri besok pagi," ejekku.Jelita tersenyum tanpa merasa bersalah sedikit pun, lalu berjalan menuju kursi kerjanya dengan tegas dan penuh semangat."Ayo, Asisten Pribadi. Mari mulai pekerjaan."Jelita memutar tubuhnya lalu meninggalkanku."Ak
Last Updated : 2026-08-06 Read more