"Tidak," sahut Jelita dengan tegas, "kamu makan di luar aja hari ini.""Kenapa?""Karena aku sedang ingin makan bersama Bayu."Sebastian mendengus. "Aku tidak akan mengganggu, kok.""Aku bilang tidak, kamu makan bersama karyawan lain saja," tegasnya.Aku bisa melihat raut kesal di wajah Jelita.Sementara Sebastian tampak sama keras kepalanya.Aku akhirnya tersenyum kecil. "Sudahlah."Keduanya menoleh kepadaku. "Biarkan Sebastian makan bersama kita. Lebih rame lebih enak, bukan?"Jelita mengembuskan napas panjang. "Tapi dia mengganggu. Bikin seleraku hilang saja." "Tidak apa-apa. Aku akan menemani di sini, biar kamu ada selera."Aku sengaja berkata demikian walau aku tidak ingin terus-menerus membuat Sebastian merasa tersisih.Disatu sisi, aku harus menenangkan Jelita.Jika rasa curiga Sebastian semakin besar, justru akan menyulitkanku sendiri. Untuk sementara rasa cemburu menutup
Last Updated : 2026-08-07 Read more