"Supaya ada semangat," selanya cepat.Aku terkekeh."Alasanmu selalu itu.""Memangnya salah?"Aku tidak menjawab.Melihat wajahnya yang begitu memelas, akhirnya aku menghela napas dan merangkul tubuhnya."Baiklah."Jelita langsung tersenyum.Aku mendekat dan mengecup bibirnya dengan lembut.Dia membalasnya dengan tenang, sementara kedua tangannya masih melingkar di leherku.Kami berganti saliva dan Jelita mengulum lidahku serta memutar, memainkannya sampai sepuasnya.Ciuman itu berlangsung cukup lama, hangat, tetapi tetap lembut. Tidak ada tergesa-gesa di antara kami. Setelah beberapa saat, aku menarik wajahku perlahan."Nah."Jelita masih memejamkan mata sesaat sebelum akhirnya membukanya."Sudah puas, Nona?""Belum sih, aku masih ingin melanjutkannya ke ...""Sudah, Jelita. Saatnya fokus kerja. Pikiranmu cuma itu sajakah?" Aku menoel hidung mancung miliknya.Dia tersenyum puas. "Semangatku sudah kembali, sih."Aku tertawa kecil."Kalau begitu, sekarang turun dari pahaku.""Kenapa? Y
Last Updated : 2026-08-13 Read more