Di kehidupan Sagara sebelumnya, dia adalah lelaki bebas yang tidak ingin terikat dalam bentuk apa pun. Dia suka bersenang-senang dengan teman-temannya, berpesta, dan mengencani banyak wanita dalam waktu yang bersamaan. Hidupnya merdeka tanpa hambatan. Karirnya yang cemerlang, terlahir dari keluarga terpandang, maka apa yang dia butuhkan lagi? Dia merasa tidak membutuhkan apa pun.Sampai suatu hari, ibunya menjatuhi ‘hukuman’ untuknya. Dia dijodohkan dengan seorang perempuan, putri dari sahabat ibunya. Tentu saja dia tak bersedia, tetapi apa yang bisa dia lakukan kepada perempuan yang sudah melahirkannya tersebut? Ya, hanya bisa menerima karena tidak ada dari semua penolakan yang dia berikan itu mendapatkan timbal balik yang dia butuhkan. Keputusan sudah dibuat dan dia tak memiliki apa pun lagi untuk menolak.Maka yang menjadi sasaran untuk semua kekangan itu adalah Jingga. Dia merasa jika dia melukai perempuan itu, kemenangan akan dia dapatkan. Nyatanya tidak begitu. Jingga justru per
Huling Na-update : 2026-03-14 Magbasa pa