Mobil sedan mewah itu berhenti tepat di depan lobi hotel bintang lima yang telah dipenuhi jajaran fotografer dan tamu-tamu kelas atas.Begitu pintu dibuka oleh petugas valet, hawa dingin AC mobil berganti dengan jepretan lampu flash yang menyilaukan dan kebisingan yang tertata.Justin turun lebih dulu, merapikan jas charcoal-nya yang sedikit kusut akibat kejadian di walk-in closet tadi, lalu mengulurkan tangan pada Rhea. Rhea menarik napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya sebelum menyambut tangan pria itu.“Tetap di sampingku,” bisik Justin tepat saat Rhea berdiri di sampingnya. “Jangan lepaskan tanganku, apa pun yang terjadi.”“Justin, orang-orang mulai melihat,” balas Rhea pelan, mencoba menarik tangannya sedikit, namun Justin justru mempererat genggamannya hingga jari-jemari mereka bertaut rapat.“Biarkan mereka melihat,” sahut Justin dingin.Mereka melangkah masuk ke dalam ballroom yang megah. Aroma bunga lili dan parfum mahal menyeruak.Begitu sosok Justin muncul, p
Read More