Lampu sensor di lorong penthouse menyala otomatis saat pintu utama terbuka. Justin melangkah masuk lebih dulu, membawa dua koper besar milik Rhea seolah benda itu tidak memiliki berat sama sekali.Rhea mengikuti dari belakang dengan langkah ragu, matanya menyisir setiap sudut ruangan yang didominasi warna abu-abu, hitam, dan marmer putih yang elegan. Tempat ini terasa sangat luas, sangat dingin, dan sangat... Justin.Justin berhenti di depan sebuah pintu kayu jati yang terletak di ujung lorong, terpisah cukup jauh dari kamar utamanya. Dia membuka pintu itu dan mempersilakan Rhea masuk.“Ini kamar tamu yang aku maksud,” kata Justin singkat. “Letakkan saja barang-barangmu di sana.”Rhea melangkah masuk, namun langkahnya terhenti seketika di ambang pintu. Matanya membelalak, napasnya tertahan di tenggorokan.Dia tidak melihat sebuah kamar tamu minimalis yang serasi dengan desain apartemen Justin.Sebaliknya, dia melihat sebuah ruangan dengan dinding berwarna krem lembut, jendela besar de
اقرأ المزيد