Berdiri di dekat kursi kebesaran, Elara kini sepenuhnya mengerti dan memahami realitas sejarah yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh suaminya.Informasi dari Vane semalam laksana kunci yang membuka mata batinnya; selama ini Valerius bertahan hidup di tengah penderitaan yang luar biasa.Pria itu memikul beban kutukan tubuh akibat sihir hitam Isolde, ancaman konspirasi dari dalam benteng, serta dendam politik kesumat dari mendiang pamannya, Lord Gabriel, yang haus akan takhta Utara.Elara merindukan kehadiran sosok suaminya dengan sangat hebat hingga dadanya terasa ngilu. Kerinduan itu datang secara mendadak, menghantam rongga dadanya laksana hantaman gada besi, memicu rasa sakit fisik yang nyata.Namun, ia sadar apalah daya manusia di hadapan takdir yang telah digariskan oleh para leluhur di dasar Jurang Hijau. Semuanya kini hanya bisa dia simpan rapat-rapat sebagai kenangan terindah dalam lembaran hidupnya."Elara, draf hukum dari Penasihat Vane sudah siap. Aula dewan sudah d
Magbasa pa