Roda kereta kayu berlapis besi itu menggilas salju padat dengan bunyi derak yang berirama konstan. Kereta kuda tertutup yang membawa Valerius mulai bergerak membelah jalan tikus pegunungan, dikawal ketat oleh Hans dan Panglima Juan di sisi kanan dan kiri.Di balik dinding kereta yang tebal, angin malam perbatasan masih melolong liar, namun kehangatan tungku arang kecil di dalam kabin cukup menjaga sirkulasi darah sang Duke tetap stabil.Valerius menyandarkan punggung tegapnya pada bantalan kulit. Dalam kegelapan kabin yang remang-remang, hanya diterangi oleh lentera minyak kecil yang bergoyang, fokus matanya tidak pernah lepas dari jendela kecil yang sedikit terbuka."Hans!" panggil Valerius, suara baritonnya memotong sunyi, menembus deru angin di luar."Hamba di sini, Lord Duke," sahut Hans dari atas pelana kudanya, segera memacu hewannya agar mendekat ke sisi kereta. "Ada perintah, Yang Mulia?""Lanjutkan laporanmu yang tadi tertunda di gubuk," t
Magbasa pa